Home » Buyer Persona: Pengertian, Cara Membuat, dan Contohnya

Buyer Persona: Pengertian, Cara Membuat, dan Contohnya

buyer persona

Salah satu penyebab iklan tidak menghasilkan penjualan ialah karena orang yang melihat iklan tidak membutuhkan produk yang diiklankan.

Misalnya, kamu karyawan baru, usia 24 tahun, belum menikah.

Di beranda Facebook kamu melihat iklan sebuah produk untuk bayi.

Apakah kamu akan membeli produk tersebut?

Bisa ya, bisa tidak. Namun, kemungkinan besar tidak, karena orang seperti kamu tidak atau belum membutuhkan produk tersebut.

Nah, sebagai orang yang belajar Digital Marketing, pastikan kamu memahami siapa orang yang akan membeli produk yang kamu pasarkan.

Dengan memahami calon pembeli, kamu akan lebih mudah menjangkau mereka dan menampilkan iklan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Jadi, sebelum beriklan, pastikan kamu membuat buyer persona terlebih dahulu.

Apa itu buyer persona?

Buyer persona adalah gambaran tentang sosok pembeli produk kita.

Buyer persona memudahkan kita dalam menjawab pertanyaan “Who is your ideal customer and how they behave” (Siapa konsumen ideal Anda dan bagaimana mereka berperilaku).

Cara Membuat Buyer Persona

buyer persona
Image source: vecteezy

Bagaimana cara membuat buyer persona?

Untuk membuat buyer persona, silakan jawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini berdasarkan data dari orang-orang yang sudah pernah membeli produk atau layananmu sebelumnya.*

Demographic

  1. Usia
  2. Jenis Kelamin
  3. Status Pernikahan
  4. Lokasi / Tempat Tinggal
  5. Penghasilan

Psychographic

  1. Social Media yang mereka buka setiap hari?
  2. Website / Blog yang mereka kunjungi?
  3. Channel YouTube yang mereka sukai?
  4. Sosok terkenal yang mereka ikuti?
  5. Produk yang biasanya mereka pakai?
  6. Kata kunci yang mereka ketikkan di Google?

Desires

  1. Ingin lebih sehat
  2. Ingin lebih punya banyak uang
  3. Ingin lebih dekat dan akrab dengan keluarga
  4. Ingin punya lebih banyak waktu
  5. Ingin merasa lebih baik

Goals

  1. Apa hal yang ingin mereka capai?

Obstacles

  1. Apa yang menghalangi mereka dari mencapai tujuan?

Contoh Buyer Persona

Ini adalah contoh buyer persona untuk pembeli program bimbingan belajar persiapan masuk universitas negeri … (sebut saja kampus A), dan biaya bimbelnya mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Demographic

  1. Usia: 16-18 tahun
  2. Jenis Kelamin: pria dan wanita
  3. Status Pernikahan: belum menikah
  4. Lokasi / Tempat Tinggal: Indonesia
  5. Penghasilan: masih sekolah dan belum bekerja, tapi kedua orangtua mereka kaya

Psychographic

  1. Social Media di mana mereka aktif? Facebook, Instagram, YouTube, dan Twitter.
  2. Website / Blog yang mereka kunjungi? Semua website dan blog yang menyajikan informasi seputar kampus A.
  3. Channel YouTube yang mereka sukai? Semua channel YouTube yang menampilkan video tips dan pengalaman kuliah di kampus A.
  4. Sosok terkenal yang mereka ikuti? Alumni kampus A atau brand ambassador kampus A
  5. Produk yang mereka gunakan? –
  6. Kata kunci yang mereka ketikkan di Google? bimbel kampus A, bimbel kampus A terbaik, les kampus A, dan yang semacamnya.

Desires

  1. Ingin kuliah di tempat yang bergengsi dan terkenal paling tinggi tingkat kesulitan masuknya
  2. Ingin dianggap sebagai anak yang berprestasi
  3. Ingin langsung bekerja setelah lulus kuliah
  4. Ingin bekerja sebagai PNS

Goals

  1. Kuliah di kampus A dan setelah lulus bisa langsung kerja sebagai PNS di Kementerian yang biasanya diisi oleh lulusan kampus A.

Obstacles

  1. Usia yang tidak sesuai kriteria calon mahasiswa kampus A.
  2. Tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk bisa menjawab soal-soal tes masuk kampus A.

Manfaat Buyer Persona

Sebagai praktisi digital marketing, manfaat buyer persona yang kami rasakan ialah bisa membantu kami dalam membuat iklan yang lebih baik, baik dalam hal membuat konten maupun targeting.

So, untuk memperbesar tingkat keberhasilan campaign suatu produk, pastikan kita membuat buyer persona dahulu. Buyer persona ini nantinya tinggal disesuaikan dengan channel marketing yang kita gunakan.

Selamat membuat buyer persona!


*) Jika kamu bekerja di perusahaan yang sudah lama beroperasi, kamu tinggal meminta data pembeli sebelumnya ke atasanmu.

Adapun jika perusahaan tempatmu bekerja terbilang baru berdiri, silakan lakukan riset sendiri, dan pikirkan kira-kira siapa yang akan membeli produk yang kamu ingin pasarkan itu, serta lakukan testing.