Anda memiliki usaha yang sudah berjalan secara offline dan ingin tahu bagaimana cara memasarkan produk secara online?
Atau, Anda seorang pemula yang ingin memulai berbisnis dan memasarkan produk Anda, baik yang berupa barang atau jasa, secara online?
Selamat, Anda sudah berada di halaman yang tepat. Melalui artikel ini, kami akan berbagi informasi tentang bagaimana cara memasarkan produk secara online.
Namun, sebelum membahas caranya, mari kita ketahui terlebih dahulu pengertian dari pemasaran online.
Daftar isi
- Pengertian Pemasaran Online
- Contoh Pemasaran Online
- Cara Memasarkan Produk Secara Online
- #1. Menentukan Target Market
- #2. Memahami Target Market
- #3. Merancang Sales Funnel
- #4. Menentukan Metode
- #5. Menentukan Nama Brand
- #6. Membeli Domain Website
- #7. Membuat Akun Social Media
- #8. Membuat Website
- #9. Setup Sales Funnel
- #10. Instalasi dan Setup Google Analytics
- #11. Setup Conversion Tracking
- #12. Membuat Konten
- #13. Evaluasi & Optimasi
Pengertian Pemasaran Online

Pemasaran online adalah aktivitas memasarkan produk (barang dan jasa) dengan memanfaatkan internet dan perangkat elektronik yang bisa menampilkan konten.
Dari pengertian ini, sesuatu bisa disebut sebagai pemasaran online ketika ia memenuhi dua syarat:
- Memanfaatkan internet.
- Memanfaatkan perangkat elektronik yang bisa menampilkan konten seperti smartphone, tablet, dan laptop.
Contoh Pemasaran Online
Mengenai pemasaran online, hal tersebut sangat mudah dijumpai saat ini. Tidak usah jauh-jauh. Di banyak aplikasi di hp kita, kalau dibuka ketika hp sedang terkoneksi dengan internet, kita bisa menjumpai aneka iklan ketika kita menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut.
Atau ketika kita sedang internetan, mencari informasi menggunakan search engine Google lalu kita mengunjungi halaman website yang menampilkan informasi yang kita cari, seringkali kita melihat ada iklan di dalamnya.
Begitu pula ketika kita sedang membuka YouTube, menggunakan media sosial, membuka email, dapat dengan mudah kita jumpai iklan.
Iklan-iklan yang kita jumpai saat sedang menggunakan perangkat elektronik yang terhubung dengan internet, itulah contoh dari pemasaran online.
Cara Memasarkan Produk Secara Online

Jika Anda tertarik untuk memasarkan produk atau jasa Anda secara online, Anda bisa melakukan langkah-langkah berikut:
- Menentukan target market.
- Memahami target market.
- Merancang sales funnel. Sales funnel adalah step by step yang harus dilalui oleh target market mulai dari tidak kenal sampai menjadi customer kita.
- Menentukan metode yang akan digunakan untuk menjangkau target market.
- Menentukan nama brand Anda.
- Membeli domain website untuk brand Anda.
- Membuat akun media sosial untuk brand Anda.
- Membuat website. Website ibarat toko fisik, tempat yang menjadi tujuan orang-orang yang tertarik untuk membeli produk atau menggunakan layanan kita.
- Setup Sales Funnel.
- Instalasi dan setup Google Analytics.
- Setup conversion tracking.
- Membuat konten yang bisa menarik target market ke dalam sales funnel kita.
- Melakukan evaluasi dan optimasi
Inilah langkah-langkah yang biasanya kami lakukan saat melakukan pemasaran online.
Langkah-langkah di atas ini hanya gambaran besarnya saja. Untuk mempelajari lebih detail, silakan teruskan membaca.
#1. Menentukan Target Market

Bingung dalam menentukan target market.
Tidak usah bingung.
Coba baca penjelasan di bawah ini terlebih dahulu…
Target market adalah orang-orang yang memiliki problem dan problem tersebut bisa diselesaikan oleh produk atau jasa kita.
Agar lebih mudah dalam menentukan target market, mulailah dengan mencari tahu apa saja problem yang dihadapi target market dan solusinya terdapat pada produk atau jasa Anda.
#2. Memahami Target Market
Begitu target market sudah ditentukan, segera lakukan langkah-langkah yang bisa membantu Anda memahami mereka.
Tentu saja, tidak semua hal terkait target market perlu Anda pahami.
Untuk bisa melakukan pemasaran online dengan baik, silakan jawab beberapa pertanyaan berikut:
- Target market Anda berada di rentang usia berapa?
- Apa jenis kelamin mereka?
- Di mana mereka tinggal? Negara? Provinsi? Kota?
- Apa yang mereka lakukan untuk mencari nafkah? Apa pekerjaan mereka?
- Kira-kira apa saja yang menjadi ketertarikan mereka? Sebut ketertarikan mereka berdasarkan kategori-kategori tertentu (buku, film, tokoh masyarakat, peralatan, tempat, dll).
- Apa website yang biasanya mereka kunjungi?
- Apa saja problem atau permasalahan mereka yang bisa Anda bantu pecahkan?
Cobalah untuk menjawab ke-7 pertanyaan di atas dengan sebaik dan sedetail mungkin.
Semakin akurat dan detail jawaban Anda untuk pertanyaan-pertanyaan di atas, semakin membantu Anda dalam memasarkan produk ke target market Anda.
#3. Merancang Sales Funnel

Sales funnel adalah step by step yang harus dilalui oleh target market mulai dari tidak kenal sampai menjadi customer kita.
Untuk pemula, disarankan untuk membuat sales funnel yang sederhana saja. Semakin sederhana, semakin mudah dibuat, semakin cepat Anda bisa memulai pemasaran online untuk produk/jasa Anda.
Sales funnel yang sederhana, contohnya seperti ini:
Social Media > Website Anda > Dapatkan Email atau/dan No WhatsApp mereka > Follow up secara personal melalui email atau/dan WhatsApp
Jadi, kalau target market Anda aktif di social media, maka Anda harus menarik mereka ke dalam website Anda.
Nah, di website Anda, sudah ada form tempat target market memasukkan data email dan no WhatsApp mereka.
Setelah Anda mendapat no kontak mereka, Anda tinggal melakukan follow up. Gali kebutuhan mereka, lalu Anda hubungkan dengan produk atau jasa Anda. Buat agar target market memahami bahwa produk atau jasa Anda adalah solusi untuk masalah mereka.
Ketika target market sudah…
- mengenal Anda
- mengerti bahwa produk atau jasa Anda bisa membantu menyelesaikan masalah mereka
- percaya Anda
- punya uang
Maka, terjadinya pembelian tinggal menunggu waktu saja, insya Allah.
#4. Menentukan Metode

Metode apa yang harus digunakan untuk menjangkau target market kita?
Jawabnya simpel.
Lihat kembali kepada jawaban Anda ketika menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam rangka memahami target market.
Jawaban-jawaban tersebut akan membantu Anda dalam menentukan metode.
#5. Menentukan Nama Brand

Silakan pikirkan nama brand yang akan Anda gunakan untuk menjangkau target market Anda.
Nama brand tidak harus persis dengan nama produk atau jasa.
Nama brand seharusnya singkat sehingga mudah diingat.
Contoh:
Nama produk: laptop, smartphone, monitor
Nama brand: Apple, Samsung, Asus
#6. Membeli Domain Website

Setelah menentukan nama brand, langkah selanjutnya adalah membeli domain website. Usahakan domain persis seperti nama brand Anda dan akhirannya adalah dot com (atau sesuaikan dengan kategori brand Anda; misalnya kalau brand Anda kategorinya adalah sekolah, maka gunakan domain sch.id. Jika kategori brand Anda adalah yayasan, maka gunakan domain or.id).
Sebagai contoh:
Nama brand: Haltama
Nama domain: haltama.com
Untuk membeli domain website untuk brand Anda, Anda bisa membelinya di sini.

Social media saat ini umum digunakan sebagai media komunikasi dengan customer dengan calon customer. Usahakan Anda memilik akun di media sosial dengan nama brand Anda.
Segeralah buat akun media sosial dengan nama brand Anda, karena kalau sudah kedahuluan dibuat oleh orang lain, otomatis Anda harus mencari nama lain.
#8. Membuat Website

Website ibarat toko fisik, tempat yang menjadi tujuan orang-orang yang tertarik untuk membeli produk atau menggunakan layanan kita.
So, buatlah website sebaik mungkin. Gunakan jasa pembuatan website berkualitas untuk membantu Anda dalam merancang website untuk bisnis Anda.
#9. Setup Sales Funnel

Setelah website dibuat, langkah selanjutnya ialah ‘mewujudkan’ sales funnel yang sudah dirancang sebelumnya.
Jika di dalam rencana sales funnel terdapat step “mengunjungi halaman checkout”, maka buatlah checkout page beserta thank you page-nya.
Jika di dalam rencana sales funnel terdapat step “mengisi form (submit lead form)”, maka buatlah opt-in form beserta thank you page-nya.
Intinya, di tahapan ini, siapkan semua hal, setup semua yang diperlukan, agar sales funnel kita bisa berfungsi dengan baik.
#10. Instalasi dan Setup Google Analytics

Setelah website dan sales funnel sudah diimplementasikan, langkah selanjutnya ialah melakukan instalasi dan setup Google Analytics.
Tujuannya, agar kita bisa memantau aktivitas pengunjung website kita sehingga kita bisa mengetahui informasi-informasi penting seperti:
- Berapa jumlah pengunjung di bulan ini?
- Dari total pengunjung, berapa yang melakukan pemesanan produk atau melakukan pembelian?
- Channel marketing apa saja yang efektif mendatangkan pembeli?
- Apa saja halaman yang paling sering mendapat kunjungan?
- Halaman mana saja yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan kualitasnya?
- Dan masih banyak lagi informasi penting lainnya.
#11. Setup Conversion Tracking
Setup conversion adalah pemasangan kode tracking di website agar data konversi bisa ditampilkan di dalam laporan iklan.
Melakukan setup conversion tracking penting dilakukan terutama jika Anda berencana menggunakan digital advertising untuk menjangkau target market Anda.
#12. Membuat Konten

Konten yang nanti akan dibuat bukan konten sembarangan, tetapi konten yang bisa menarik target market sehingga mereka bisa masuk ke dalam sales funnel yang sudah Anda buat sebelumnya.
Selanjutnya, biarkan sistem yang bekerja.
#13. Evaluasi & Optimasi
Pemasaran online yang dilakukan bisa saja tidak langsung menghasilkan.
Atau menghasilkan, tetapi hasilnya belum sesuai harapan.
Tidak mengapa, itu adalah hal yang umum terjadi.
Di sinilah pentingnya memasang Google Analytics dan melakukan setup conversion tracking.
Karena dengan melakukan keduanya, kita akan mendapatkan data-data, yang selanjutnya data-data tersebut bisa dimanfaatkan untuk keperluan evaluasi dan optimasi.
***
Demikian pembahasan tentang pemasaran online, mulai dari pengertian, contoh, hingga cara melakukannya. Jika ada pertanyaan atau ingin konsultasi, silakan WA saya di 0895-3889-20301 (Adnan Syafii).


