Dalam dunia digital marketing, mendapatkan visibilitas maksimal di halaman hasil pencarian Google merupakan salah satu strategi yang sangat diinginkan oleh perusahaan. Namun, hal ini menimbulkan pertanyaan: Apakah satu perusahaan boleh membuat beberapa iklan untuk mendominasi halaman hasil pencarian Google?
Mari kita bahas lebih dalam mengenai alasan dan aturan yang terkait dengan pertanyaan ini.
Daftar isi
- Bolehkah 1 Perusahaan Membuat 4 Iklan untuk Mendominasi Hasil Pencarian di Google?
- Mengapa Google Menerapkan Aturan Ini?
- #1. Agar Tercipta Iklim Persaingan yang Adil
- #2. Pengalaman Pengguna yang Lebih Baik
- #3. Mencegah 1 Perusahaan Melakukan Monopoli Iklan
- Apa yang Terjadi Jika Perusahaan Melanggar Kebijakan Ini?
- Melanggar Aturan Tanpa Ketahuan, Bisakah?
- Solusi yang Lebih Baik dan Legal: Melakukan Optimasi
- Kesimpulan
Bolehkah 1 Perusahaan Membuat 4 Iklan untuk Mendominasi Hasil Pencarian di Google?
Jawabannya adalah tidak, Google tidak mengizinkan hal ini karena adanya kebijakan yang disebut Double Serving Policy.
Double Serving Policy adalah kebijakan Google yang melarang satu entitas atau perusahaan untuk menampilkan lebih dari satu iklan di halaman yang sama pada hasil pencarian Google. Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk menjaga persaingan yang adil dan memberikan pengguna pengalaman yang lebih bervariasi dan relevan dalam melihat hasil pencarian, tanpa didominasi oleh satu perusahaan atau entitas bisnis.
Dengan kata lain, Google ingin memastikan bahwa setiap pencarian yang dilakukan oleh pengguna menghasilkan iklan dari berbagai bisnis, sehingga mereka memiliki lebih banyak opsi dan tidak hanya diarahkan ke satu perusahaan yang mendominasi seluruh slot iklan di halaman pencarian.
Mengapa Google Menerapkan Aturan Ini?
Ada beberapa alasan utama mengapa kebijakan ini diterapkan:
#1. Agar Tercipta Iklim Persaingan yang Adil
Google berusaha menciptakan lingkungan yang adil bagi semua pengiklan. Jika satu perusahaan–yang memiliki buget marketing besar–diizinkan untuk menampilkan beberapa iklan di halaman yang sama, maka hal ini akan mengurangi kesempatan bagi perusahaan lain untuk muncul.
#2. Pengalaman Pengguna yang Lebih Baik
Pengguna Google menginginkan hasil pencarian yang beragam dan relevan. Jika satu perusahaan menampilkan beberapa iklan di halaman yang sama, ini dapat mengganggu pengalaman pengguna dengan mengurangi variasi iklan dan pilihan yang tersedia.
#3. Mencegah 1 Perusahaan Melakukan Monopoli Iklan
Google ingin mencegah perusahaan atau bisnis tertentu menggunakan banyak akun atau campaign untuk mendominasi halaman hasil pencarian, yang akan membuat bisnis kecil atau pesaing lain lebih sulit untuk bersaing. Kebijakan ini juga memastikan bahwa perusahaan besar tidak bisa memanfaatkan kekuatannya untuk mendominasi seluruh halaman hasil pencarian dengan beberapa iklan.
Apa yang Terjadi Jika Perusahaan Melanggar Kebijakan Ini?
Jika Google mendeteksi bahwa satu perusahaan atau entitas bisnis berusaha untuk menampilkan beberapa iklan di halaman yang sama melalui akun Google Ads yang berbeda atau strategi iklan yang mencurigakan, Google akan mengambil tindakan.
Menurut Ratan Jha, seorang Platinum Product Expert asal India, pihak yang ketahuan melanggar kebijakan double serving biasanya akan dilarang beriklan di Google selamanya.

Melanggar Aturan Tanpa Ketahuan, Bisakah?
Sebagian pihak ada yang mencoba untuk ‘mengakali’ aturan ini dengan cara:
- Membuat lebih dari 1 perusahaan
- Masing-masing perusahaan mempunyai ad account masing-masing
- Masing-masing perusahaan memiliki website masing-masing
- Masing-masing website ditaruh di server yang berbeda sehingga setiap website memiliki IP Address yang berbeda
- Dan lain-lain
Sebagai praktisi Google Ads selama lebih dari 5 tahun, saya menyatakan bahwa Google, sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, selalu berusaha memperbaiki sistem mereka.
Bukan tidak mungkin, jika Anda selama ini tidak ketahuan melanggar, suatu saat Anda bisa ketahuan.
Berhati-hatilah terhadap pelanggaran yang Anda lakukan. Bukan tidak mungkin, ketika Anda ketahuan, Anda akan terkena hukuman paling berat, yaitu bisnis Anda tidak akan bisa beriklan di Google selama-lamanya.
Solusi yang Lebih Baik dan Legal: Melakukan Optimasi
Daripada membuat beberapa iklan untuk mendominasi halaman hasil pencarian yang itu melanggar aturan Google, lebih baik fokus untuk meningkatkan kualitas iklan.
Ada banyak elemen dalam iklan yang bisa dioptimasi sehingga performa iklan bisa meningkat, di antaranya materi iklan, target keyword, dan landing page.
Tentang bagaimana teknis mengoptimasi campaign, mudah-mudahan bisa saya bahas di lain kesempatan.
Kesimpulan
Membuat beberapa iklan untuk mendominasi halaman hasil pencarian Google bukanlah strategi yang diizinkan oleh Google. Kebijakan Double Serving ada untuk menjaga persaingan yang sehat dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna.
Oleh karena itu, perusahaan harus berhati-hati dalam merencanakan strategi Google Ads mereka dan berfokus pada optimasi iklan daripada mencoba mendominasi hasil pencarian dengan beberapa iklan dari satu entitas.
Dengan pendekatan yang tepat, perusahaan masih bisa mendapatkan visibilitas tinggi tanpa melanggar kebijakan Google dan memastikan kampanye mereka tetap efektif serta sesuai aturan.
***
Catatan #1:
Di halaman Google Ads Policy, istilah Double Serving telah diganti dengan istilah Unfair Advantage.

Kebijakan ini melarang penggunaan beberapa akun Google Ads oleh entitas yang sama atau saling terkait untuk menayangkan iklan di hasil pencarian yang sama dengan tujuan untuk memonopoli halaman hasil pencarian.
Catatan #2:
Jika ada pihak yang mengaku bisa melakukan hal-hal yang dilarang Google, dan aman-aman saja, itu sebenarnya bukan “aman”, tapi “belum ketahuan” saja.
Saya pribadi, sependapat dengan Moshe Avichai, seorang advertising expert dan Diamond Product Expert di bidang Google Ads.




