Home » Cara Memilih Theme untuk Website WordPress

Cara Memilih Theme untuk Website WordPress

cara memilih theme wordpress

Setelah instalasi WordPress, langkah selanjutnya adalah login ke dashboard website untuk melakukan beberapa pengaturan, salah satunya adalah mengatur theme.

Theme apa yang sebaiknya diinstall ke website kita?

Saya pribadi, dalam memilih theme, menjadikan beberapa hal berikut sebagai bahan pertimbangan.

#1. Penilaian Pengguna

Penilaian pengguna theme adalah hal yang saya perhatikan ketika saya tertarik untuk menggunakan suatu theme di salah satu website WordPress saya.

Saya biasanya akan melihat berapa rating suatu theme, dan saya juga saya sering melihat penjelasan orang di YouTube mengenai theme tersebut.

Selain itu, saya juga memperhatikan apakah theme tersebut memiliki group di Facebook, dan seperti apa komentar orang-orang setelah menggunakan theme tersebut di website mereka masing-masing.

Jika theme yang saya gunakan adalah theme premium, maka saya pasti selalu melihat rating dari para pembeli theme tersebut. Semakin bagus rating suatu theme, semakin besar ketertarikan saya untuk membeli dan menggunakan theme tersebut.

best rated on themeforest
Fitur di Themeforest untuk mensortir theme berdasarkan rating-nya

#2. Update Terakhir

Setelah penilaian pengguna, kapan terakhir kali theme tersebut di-update juga menjadi pertimbangan saya.

Saya pribadi, hanya tertarik menggunakan theme yang rutin diupdate oleh developer-nya.

Jika suatu theme terlihat bagus, tapi update terakhir adalah satu tahun yang lalu, maka website tersebut tidak akan saya gunakan.

Salah satu ciri theme yang bagus adalah theme tersebut terus diupdate oleh developernya.

#3. Dibuat Perusahaan

Hal lain yang saya pertimbangkan dalam memilih theme adalah siapa pembuatnya. Saya lebih tertarik menggunakan theme yang dibuat oleh perusahaan ketimbangan dibuat oleh individu.

Mengapa demikian?

Alasannya, karena theme yang dibuat perusahaan lebih baik dalam hal support dan update.

#4. Fitur

Contoh fitur yang terdapat di salah satu theme WordPress terpopuler saat ini

Fitur yang ada di suatu theme juga menjadi bahan pertimbangan.

Karena masing-masing theme beda fiturnya. Walaupun itu theme premium, kemungkinan besar beda fiturnya.

Sebagai contoh, saya pernah membeli sebuah theme premium, dan ternyata theme tersebut tidak bisa diganti warnanya sesuka hati, tetapi hanya bisa memilih lima pilihan warna saja!

Waktu kejadian itu, saya masih belum mengerti tentang CSS.

Walaupun sekarang saya sudah tahu bagaimana cara mengubah warna dengan CSS, tapi tetap saya lebih memilih theme yang lengkap, yang menyediakan fitur yang saya butuhkan, sehingga saya tidak perlu melakukan banyak perubahan di website secara manual, misalnya dengan mengedit file atau menambahkan custom CSS.

#5. User Interface (UI)

Pertimbangan saya dalam memilih theme, yaitu apakah theme tersebut enak dilihat atau tidak, dari segi desainnya.

Saya biasanya meninjau contoh website yang sudah menggunakan theme tersebut.

Dalam meninjau, saya tidak hanya menggunakan laptop, tetapi juga smartphone, karena saya ingin tahu seperti apa desainnya ketika dilihat melalui hp.

Semakin saya suka dengan desain suatu theme, semakin saya tertarik untuk menggunakan theme tersebut.

#6. User Experience (UX)

Terakhir, user experience.

Saya akan mengunjungi beberapa website yang sudah menggunakan theme tersebut, dan saya akan membaca beberapa post di dalamnya, membuka-buka beberapa halaman.

Semakin saya nyaman ketika melihat desain suatu website, semakin saya tertarik untuk menggunakan theme website tersebut.

Demikian beberapa hal yang saya jadikan bahan pertimbangan ketika memilih suatu theme.

Dan jika kamu saat ini sedang dalam kondisi bingung mau milih theme apa, kamu bisa menggunakan keenam hal di atas sebagai bahan pertimbangan.

Selamat memilih theme untuk websitemu! 🙂