Sebagai Google Ads Optimizer, saya membantu perusahaan menggunakan keterampilan saya di bidang Google Ads.
Bagaimana saya membantu perusahaan-perusahaan tersebut?
Ada banyak hal yang saya lakukan, tetapi jika disederhanakan, apa yang saya lakukan terbagi ke dalam 3 kategori:
Yang saya lakukan biasanya terbagi ke dalam 3 kategori:
- Mempelajari bisnis klien (produk/layanan yang dijual dan target market)
- Setup tracking untuk mendapatkan data-data penting
- Optimasi campaign
Dari ketiga jenis aktivitas di atas, artikel ini akan berfokus pada alasan mengapa harus melakukan setup tracking.
Jawaban singkatnya: agar saya bisa mendapatkan data-data pentingnya yang dengan data-data penting tersebut, saya selanjutnya bisa melakukan optimasi.
Mari kita bahas topik ini secara lebih mendalam.
***
Daftar isi
Performa LP yang Perlu Diketahui
Berdasarkan pengalaman saya, berikut performa landing page yang perlu diketahui:
- Kecepatan
- Kemampuan Landing Page dalam Mengkonversi Pengunjung Menjadi Leads
Untuk mengukur performa yang pertama, saya menggunakan beberapa tools, seperti:
- PageSpeed Insights buatan Google
- Speed Test buatan WordPress
Sedangkan untuk mengukur performa kedua, saya menggunakan Google Ads conversion action yang saya pasang menggunakan Google Tag Manager.
Mengetahui Performa Kecepatan Landing Page
Untuk mengetahui performa kecepatan suatu landing page, saya cukup memasukkan URL landing page tersebut di PageSpeed Insights atau Page Speed Test.
Kedua tools tersebut nantinya akan melakukan pengecekan dan kemudian menyajikan beberapa informasi yang sangat berguna, seperti:
- Seberapa cepat halaman website bisa diakses
- Apa saja elemen dalam website yang perlu diperbaiki agar website bisa lebih cepat diakses
Jika waktu loading terlalu lama (misalnya lebih dari 3 detik), ini menjadi sinyal bahwa perlu dilakukan optimasi di beberapa elemen. Dengan memperbaiki elemen-elemen tersebut, maka halaman website bisa menjadi lebih cepat diakses.

Mengetahui Performa Kemampuan Landing Page dalam Mengkonversi Pengunjung Menjadi Leads
Nah, khusus performa yang kedua ini, ada banyak hal yang saya lakukan.
Mulai dari menyiapkan Google Ads conversion action plan hingga memasangnya menggunakan Google Tag Manager.
Untuk membahasnya secara komprehensif, mungkin pembahasannya bisa menjadi satu buku tersendiri.
Jadi, di artikel ini, saya hanya akan menginformasikan secara umum saja, bahwa, yang saya lakukan untuk mengetahui performa kemampuan landing page dalam mengkonversi pengunjung menjadi leads, saya melakukan tahapan-tahapan berikut:
- Mempelajari bisnis klien
- Mempelajari customer journey, mulai dari target market tidak mengetahui produk sampai menjadi customer.
- Memutuskan apa saja data customer journey yang harus ditracking dan diketahui datanya
- Melakukan setup Google Ads conversion action
- Memasang conversion ID dan conversion label menggunakan Google Tag Manager
- Melakukan testing
- Menjalankan campaign
Yang Harus Dilakukan Setelah Mengetahui Performa Landing Page

Setelah melakukan pengukuran dan mendapatkan data, berikut beberapa hal yang saya sarankan untuk Anda lakukan:
- Memahami data: Memahami data yang masuk untuk dilakukan analisa.
- Membuat keputusan: Membuat keputusan berdasarkan hasil analisa sebelumnya. Jika problemnya terletak di kecepatan, maka lakukan optimasi #1, jika problemnya terletak di conversion rate yang rendah, maka lakukan optimasi #2.
- Optimasi kecepatan: Memperbaiki aspek-aspek teknis yang menghambat kecepatan sehingga landing page semakin cepat diakses.
- Optimasi konten dan desain: Menyempurnakan elemen visual dan teks agar lebih menarik dan mudah dipahami oleh target audiens.
- A/B Testing: Melakukan A/B Testing untuk mengetahui dari 2 versi halaman, versi mana yang performanya lebih baik.
Oh ya, saat melakukan optimasi, saya tidak melakukan perubahan di production site secara langsung, tetapi saya melakukannya di staging site.
Setelah hasilnya dirasa sudah oke, baru saya lakukan migrasi dari staging site ke production site.
Cara ini memastikan production site yang sedang digunakan untuk iklan tidak akan mengalami masalah akibat website yang sedang “diotak-atik”.
***
Demikian pembahasan untuk menjawab pertanyaan “Mengapa kita harus mengetahui performa landing page?”
Semoga bermanfaat!



