Home » Conversion Rate: Pengertian dan Cara Menghitungnya

Conversion Rate: Pengertian dan Cara Menghitungnya

apa itu conversion rate

Ketika belajar tentang digital marketing, pernahkah kamu mendengar istilah conversion rate? Jika pernah dan kamu masih bingung memahami istilah tersebut, maka selamat, kamu sudah berada di halaman yang tepat. Karena di halaman ini, kamu akan menemukan informasi tentang apa itu conversion rate.

Sebelum memahami apa itu conversion rate dan bagaimana cara menghitungnya, mari kita pahami terlebih dahulu apa itu conversion (bahasa Indonesia: konversi).

Apa itu Conversion?

Conversion, dalam bidang digital marketing, adalah metriks yang menjadi indikator keberhasilan suatu campaign.

Jadi, ketika kamu bekerja di divisi digital marketing di suatu perusahaan, jangan heran jika kamu sering mendapatkan pertanyaan, “Bagaimana dengan konversi-nya? Berapa conversion rate-nya?”

Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut, kamu harus tahu terlebih dahulu, campaign yang dijalankan tujuannya apa.

Jika campaign dijalankan bertujuan untuk mendapatkan qualified leads, maka ketika ditanya, “Berapa konversinya?” Itu berarti kamu tinggal mencari tahu berapa jumlah qualified leads yang didapat.

Oh ya, sebagai tambahan, data konversi, hanya bisa didapat ketika kamu sudah melakukan setup conversion tracking.

setup conversion tracking
Ilustrasi setup conversion tracking menggunakan Google Tag Manager

 

Jadi, jika kamu menjalankan campaign, tapi kamu tidak mendapatkan data konversi dari campaign yang kamu jalankan, itu artinya kamu belum melakukan setup conversion tracking.

Jenis Conversion

Setelah mengetahui apa itu conversion dalam digital marketing, mari kita pelajari juga jenisnya.

Conversion terbagi ke dalam dua jenis: micro dan macro.

Contoh micro conversion:

  • Landing Page Views – Data kunjungan ke landing page setelah target audience mengeklik iklan
  • Scroll Depth 50%, 70%, 90% – Data pengunjung yang melakukan scrolling di landing page
  • Video Views – Data pengunjung yang menonton video yang ada di landing page
  • WhatsApp Clicks – Data pengunjung yang mengeklik tombol WhatsApp di landing page 
  • Phone calls – Data pengunjung yang mengeklik nomor telepon yang tercantum di website
  • Checkout – Data pengunjung yang mengunjungi halaman checkout
  • Complete Registration / Signup – Data audience yang berhasil menyelesaikan pendaftaran di website

Contoh macro conversion:

  • Lead – Data calon pembeli / pengunjung yang selesai mengisi form order
  • Purchase – Data penjualan / transaksi

Setelah mengetahui apa itu conversion dan jenisnya, sekarang mari kita cari tahu apa itu conversion rate.

Apa itu Conversion Rate?

Conversion Rate adalah persentase konversi. Dalam digital marketing, conversion rate berguna karena dengan metriks tersebut kita jadi tahu seberapa bagus campaign yang kita jalankan.

Sebagai contoh, silakan perhatikan screenshot data Google Ads berikut ini:

contoh data conversion rate

 

Dalam screenshot di atas, terdapat 5 campaign beserta datanya. Nah, dari 5 campaign, ternyata hanya satu campaign yang memiliki conversion rate 0.66%, 4 campaign lainnya conversion rate-nya 0%. Artinya, dari 5 campaign, ternyata hanya 1 campaign yang berhasil mendatang konversi lead.

Nah, sekarang, bagaimana cara menghitung conversion rate?

Kalau di Google Ads, secara default, Google menampilkan data conversion rate dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Conversions ÷ Clicks x 100 = conversion rate

Sekali lagi, ini adalah rumus default dalam platform Google Ads untuk menghitung conversion rate. Atau dalam kata lain, ini adalah cara Google dalam menghitung conversion rate.

Dan apabila kita ingin menggunakan rumus sendiri, misalnya membagi conversion dengan data click atau landing page views, maka itu bisa kita lakukan dengan memanfaatkan fitur “Custom Column”.

fitur custom column

 

Demikian penjelasan tentang apa itu conversion rate dan cara menghitungnya.

Semoga bermanfaat! 🙂