Ketika akan membuat iklan di Facebook, kita pasti diminta untuk memilih objective Facebook Ads terlebih dahulu.
Di tahap ini, pemula yang baru pertama kali menggunakan Facebook Ads, biasanya akan mengalami kebingungan.
Nah, apa yang harus dilakukan di tahap ini? Objective campaign apa yang sebaiknya dipilih?
Jika kamu termasuk yang masih bingung dalam memilih objective Facebook Ads, silakan teruskan membaca.
Machine Learning
Salah satu konsep yang harus dipahami oleh setiap Facebook Advertiser ialah bahwa Facebook Ads adalah sebuah machine learning, yang akan berusaha memenuhi keinginan penggunanya (yaitu advertiser).
Agar Facebook bisa memahami keinginan advertiser, maka advertiser dipersilakan untuk memilih objective terlebih dahulu di bagian Pengaturan Campaign.

Saat ini, ada 11 campaign objective yang bisa dipilih oleh advertiser.
Apa yang harus dilakukan sebelum memilih campaign objective?
Berikut tipsnya.
Tips Memilih Objective Facebook Ads
Tips pertama, sebelum menentukan campaign objective, pastikan membaca informasi singkat yang sudah disediakan oleh Facebook mengenai masing-masing objective.
Informasi singkat tersebut bisa dilihat dengan cara mengarahkan kursor mouse ke campaign objective, nanti akan muncul sebuah icon, arahkan kursor ke icon tersebut, nanti akan muncul informasi terkait campaign objective tersebut.

Saya sengaja tidak menjelaskan masing-masing campaign objective, karena informasi tersebut sudah tersedia dan tinggal dibaca saja.
Tips kedua, pastikan kita memilih campaign objective yang sesuai dengan keinginan kita.
Misalnya, kalau kita ingin membuat iklan yang bisa membantu terjadinya penjualan, ya kita tinggal memilih campaign objective “Conversion”.
Apabila kita ingin mendapatkan lead tanpa harus membuat landing page khusus, ya kita tinggal memilih campaign objective “Lead generation”.
Silakan sesuaikan campaign objective dengan keinginan kita masing-masing.
Nantinya, Facebook, dengan machine learning-nya, akan mencarikan audience yang sesuai dengan tipe campaign objective yang kita pilih guna membantu mewujudkan keinginan kita.
Sampai sini, barangkali di antara kamu ada yang bertanya.
“Mas Adnan, apakah kalau kita memilih campaign objective ‘Conversion’, pasti akan dapat penjualan?”
Jawabannya, tentu tidak.
Apabila kita membuat campaign “Conversion”, tetapi materi iklannya tidak menarik, produk yang dijual harganya kemahalan di mata target audience, atau landing page-nya sulit dipahami, ya kemungkinan campaign yang kita buat tidak menghasilkan penjualan.
Jadi, kalau kita ingin campaign kita hasilnya memuaskan, ya kita harus membuat campaign yang bagus.
Caranya, bukan hanya dengan memilih campaign objective yang tepat, tetapi juga kita harus memperhatikan elemen-elemen lainnya seperti materi iklan (teks, gambar, video), landing page, produk, sales funnel, event tracking, dan memastikan semua elemen tersebut berkualitas.
Demikian. Semoga bermanfaat!

